Wabup Katamso Tegaskan Percepatan Penurunan Stunting Harus Terintegrasi dan Berbasis Data

TributeNews86.com, Tanjab Barat — Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. H. Katamso, SA, SE, ME menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TP3S) Kabupaten sekaligus Publikasi Data Stunting Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2026, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, para Kepala OPD terkait, para Camat se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat, perwakilan Bappeda dan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, serta para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Dalam sambutannya, Wabup Katamso menegaskan bahwa persoalan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga merupakan persoalan pembangunan manusia yang membutuhkan perhatian dan kolaborasi seluruh sektor.

“Anak-anak yang tumbuh sehat dan memiliki kecukupan gizi merupakan investasi penting bagi masa depan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus berkomitmen memperkuat upaya percepatan penurunan dan pencegahan stunting melalui pendekatan yang terintegrasi, konvergen, dan berbasis data,” ujar Wabup.

Menurutnya, upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara tepat sasaran, khususnya dengan memberikan perhatian lebih kepada kelompok yang rentan, seperti ibu hamil dan balita yang mengalami permasalahan status gizi.

Wabup Katamso meminta seluruh OPD terkait agar memprioritaskan intervensi dan bantuan kepada ibu hamil serta balita yang mengalami masalah status gizi, seperti balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan, berat badan kurang, maupun gizi kurang.

“Bantuan OPD terkait dalam rangka pencegahan stunting diprioritaskan pada ibu hamil dan balita yang bermasalah status gizinya, seperti balita tidak naik berat badan, berat badan kurang, dan gizi kurang. Bentuk intervensinya dapat berupa bantuan pangan, kepemilikan identitas, maupun bantuan sanitasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wabup Katamso juga meminta para Camat, Kepala Desa, serta TP PKK Kecamatan dan Desa untuk secara aktif melakukan monitoring terhadap kehadiran seluruh balita di wilayah masing-masing. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap balita mendapatkan pemantauan dan intervensi yang diperlukan sehingga upaya pencegahan stunting dapat berjalan secara optimal.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya kasus baru stunting di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, terdapat 309 kasus baru atau 52,46 persen yang terjadi di wilayah Kecamatan Batang Asam dan Tungkal Ilir. Selain itu, persoalan sanitasi layak juga masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah.

Tercatat masih terdapat 54 RT di Kecamatan Senyerang, 10 RT di Kecamatan Kuala Betara, dan 41 RT di Kecamatan Tungkal Ilir yang belum memiliki sanitasi yang layak.

Kondisi tersebut, menurut Wabup, membutuhkan penanganan bersama melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TP PKK, tenaga kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Melalui koordinasi dan sinergi seluruh pihak, kita berharap intervensi terhadap kelompok sasaran dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan, sehingga kasus stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat terus ditekan,” pungkasnya.

Rakor TP3S dan publikasi data stunting ini menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor, mengevaluasi kondisi stunting di daerah, sekaligus memastikan program pencegahan dan penanganan stunting dilaksanakan berdasarkan data serta kebutuhan di lapangan.

Pos terkait