Bupati Anwar Sadat Kukuhkan KKMD Tanjab Barat dan Pimpin FGD Regulasi Mangrove

TributeNews86.com, Tanjab Barat – Bupati Tanjung Jabung Barat Drs.H. Anwar Sadat, M. Ag menghadiri acara Pengukuhan Kelompok Kerja Mangrove Daerah(KKMD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat serta Focus Group Discussion(FGD) Lintas OPD dan Pemangku Kepentingan dalam rangka penyusunan Regulasi Daerah Pengelolaan Ekosistem Mangrove, Rabu(1/04).

Acara yang diselenggarakan di Balai Pertemuan Kantor Bupati tersebut turut dihadiri oleh, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jambi, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Prov Jambi, Kepala Balai Pengelolaan DAS Batang Hari, Ketua LPPM Unja, Ketua Jurusan Prodi Kehutanan Fakultas Pertanian Provinsi Jambi, Staf Ahli ekonomi dan bidang Pembangunan Setda Tanjab Barat, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ketua KKMD Provinsi Jambi dan Perwakilan Anggota, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian dan Kepala Bidang Lingkup Pemerintah Tanjung Jabung Barat, Para Pimpinan Perusahaan wilayah Tanjung Jabung Barat serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat sampaikan ucapan terimakasih dan mengucapkan selamat datang kepada Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Batanghari provinsi Jambi beserta jajarannya yang selalu mendorong dan mendukung pembentukan KKMD di tingkat Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Bupati mengatakan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan garis pantainya yang panjang dan kawasan pesisir yang luas, memiliki potensi ekosistem Mangrove yang sangat besar.

Menurutnya, Mangrove bukan sekedar pohon yang tumbuh di pinggir pantai akan tetapi ia adalah benteng pertahanan dari abrasi dan intrusi air laut, paru-paru biru yang menyerap karbon jauh lebih efektif dari pada hutan daratan, serta tempat pembesaran alami bagi biota laut seperti ikan, udang dan kepiting yang menjadi tumpuan hidup nelayan.

Selain itu, pengukuhan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) hari ini adalah jawaban atas kebutuhan kita untuk melembagakan upaya konservasi ini. Karena, KKMD adalah wadah koordinasi antar stakeholder yang berperan penting dalam upaya perlindunga, rehabilitas, dan pengelolaan ekosistem mangrove secara terpadu.

Bupati berharap KKMD Tanjung Jabung Barat dqpqt menjadi motor penggerak utama dalam pelestarian mangrove di daerah kita.

“Tugas kita tidak mudah, kita dihadapkan pada tantangan klasik seperti ahli fungsi lahan menjadi tambak tanpa memperhatikan aspek lingkungan, penebangan liar, serta pencemaran sampah dan limbah di wilayah pesisir.” ungkapnya

Sebelumnya, Yulium Haris, SP, M.Si dalam laporannya meyampaikan bahwa, sebagai langkah awal KKMD Tanjung Jabung Barat, melakukan focus Group Discussion (FGD) lintas OPD dan pemangku kepentingan terkait penyusunan regulasi daerah pengelolaan mangrove, yang ditujukan untuk mengukuhkan kelembagaan KKMD Kabupaten sebagai wadah koordinasi resmi dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pengelolaan mangrove ditingkat Kabupaten.

Lebih lanjut, Menyatukan presepsi dan komitmen lintas OPD dan pemangku kepentingan, menghimpun masukan substantif untuk penyusunan regulasi yang disusun responsif, memperkuat dasar hukum dan kebijakan daerah, mendorong sinergi program dan kolaborasi multipihak , mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.

Oleh karena itu, dalam kesempatan ini dihadirkan narasumber dari tingkat provinsi yaitu Ketua KKMD Provinsi Jambi dan Bappeda Jambi, Tingkat Kabupaten Bupati Tanjung Jabung Barat, Praktisi Mangrove dan Akademisi.

Pos terkait