TributeMews86.com, Tanjab Barat — Sanggar Pinang Merah, tim kesenian Kabupaten Tanjung Jabung Barat, sukses mengguncang panggung pertunjukan Pusparagam Negeriku “Dari Jambi Untuk Indonesia” yang digelar di Taman Budaya Jambi, Sabtu (4/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sanggar Pinang Merah membawakan karya seni bertajuk “Makan Behidang”, sebuah pertunjukan yang mengangkat tradisi masyarakat Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Perpaduan gerak tari dan iringan musik yang megah berhasil menarik perhatian sekaligus menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga warisan budaya daerah.
Pertunjukan tersebut tidak sekadar menampilkan keindahan seni tari dan musik, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan tradisi Makan Behidang kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Tradisi Makan Behidang merupakan salah satu budaya masyarakat Kuala Tungkal yang hingga kini masih dilestarikan. Tradisi ini dilakukan dengan cara makan bersama dalam satu hidangan yang disajikan di atas nampan berukuran besar.
Dalam satu nampan biasanya terdapat nasi, aneka lauk-pauk, air minum, serta kobokan untuk mencuci tangan. Hidangan tersebut kemudian dinikmati secara bersama-sama oleh beberapa orang sebagai bentuk kebersamaan dan kekeluargaan.
Melalui karya seni “Makan Behidang”, Sanggar Pinang Merah menyampaikan pesan kepada generasi penerus agar tidak melupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan cara menikmati makanan bersama, tetapi juga menggambarkan semangat kebersamaan, kekeluargaan, persaudaraan, gotong royong, dan silaturahmi.
Makan Behidang juga mengajarkan masyarakat untuk saling berbagi, menghormati sesama serta membangun hubungan sosial tanpa membedakan status maupun kedudukan. Nilai-nilai tersebut menjadikan tradisi Makan Behidang sebagai salah satu warisan budaya yang penting untuk terus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi mendatang.
Melalui panggung Pusparagam Negeriku “Dari Jambi Untuk Indonesia”, Sanggar Pinang Merah tidak hanya membawa sebuah pertunjukan seni, tetapi juga membawa identitas dan kekayaan budaya Tanjung Jabung Barat ke panggung yang lebih luas.
Penampilan Sanggar Pinang Merah menjadi bukti bahwa seni tradisi dapat dikemas secara kreatif dan menarik tanpa kehilangan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Lewat karya “Makan Behidang”, budaya Tanjung Jabung Barat tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga diceritakan, dirasakan, dan diwariskan melalui bahasa seni.
Semangat “Dari Jambi Untuk Indonesia” pun menjadi ruang bagi Sanggar Pinang Merah untuk menunjukkan bahwa kekayaan budaya daerah, termasuk tradisi masyarakat Kuala Tungkal, memiliki nilai yang patut dibanggakan dan terus dilestarikan.
(AL)
