Petani Sawit Ditembak Saat Panen di Desa Terjun Gajah Tanjab Barat, Polisi Ringkus Satu Pelaku

TributeNews86.com, TANJAB BARAT — Peristiwa penembakan melanda kawasan kebun kelapa sawit di RT 07, Jalan Simpang Abadi Lama, Desa Terjun Gajah, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi. Seorang petani berinisial SA (44), warga asal Desa Teluk, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari, menjadi korban penembakan oleh dua orang terduga pelaku saat sedang memanen kelapa sawit. Insiden tersebut terjadi pada Rabu (30/9/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan kronologi, Korban SA (44) tiba di lokasi kebun sawit bersama tiga rekannya (DM, RZ, dan NV) untuk memanen buah sawit. Saat sedang bekerja, korban mendengar suara sepeda motor berhenti di pangkal jalan area kebun. Korban menghampiri kendaraan tersebut dan mendapati dua orang yang diduga dikenalnya/ditemuinya di lokasi, yakni AR (40) dan RM (50). Setelah sempat berbincang singkat, situasi mendadak memanas hingga terdengar suara letusan senjata api. Dua tembakan mengenai tubuh korban pada bagian paha dan bokong. Tiga rekan korban yang mendengar suara tembakan langsung berlari ke sumber suara dan menemukan SA dalam kondisi bersimbah darah. Korban segera dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Raden Mattaher Jambi untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Bacaan Lainnya

Jajaran Satreskrim Polres Tanjung Jabung Barat bersama Polsek Betara langsung bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta menyisir petunjuk di sekitar lokasi. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, kepolisian berhasil meringkus satu orang terduga pelaku. Sementara itu, satu pelaku lainnya yang diduga bertindak sebagai eksekutor utama penembakan masih dalam pengejaran petugas (masuk daftar pencarian orang/DPO).

Kasat Reskrim Polres Tanjung Jabung Barat AKP Ayub Peter Bernardus, S.Tr.K., S.I.K., M.H., mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut, termasuk mengungkap motif, alat yang digunakan, serta peran masing-masing pihak.

“Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap perkara ini dan pengejaran terhadap satu terduga pelaku yang belum diamankan. Proses hukum terus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas AKP Ayub Peter Bernardus, S.Tr.K., S.I.K., M.H.

Polres Tanjung Jabung Barat terus melakukan upaya untuk mengungkap keberadaan AR serta melengkapi proses penyelidikan dan penyidikan perkara tersebut.

Meskipun aparat kepolisian masih mendalami dan melakukan pemeriksaan intensif terhadap saksi-saksi dan pelaku yang sudah tertangkap, muncul dugaan kuat bahwa insiden penembakan ini dilatarbelakangi oleh sengketa lahan kebun sawit. Kasus ini diduga berkaitan dengan konflik penguasaan area lahan di wilayah Desa Terjun Gajah yang melibatkan kelompok tani setempat.

(*)

 

Pos terkait