TributeNews86.com, Jambi – Peristiwa pengeroyokan terhadap salah satu Kader HMI Jambi yang di lakukan oleh kader PMII Jambi yang juga salah satu Mahasiswa di Universitas Islam Negri Sultan Thaha Syaifuddin Jambi (UIN STS JAMBI) menjadi tanda tanya besar.
Pasalnya, Ketua Umum Badko HMI Jambi Ozi Saifirman menuding diamnya pihak rektorat setelah peristiwa tersebut.
“Jika kampus diam, berarti kami duga pelaku pengeroyokan orang dekat kampus,” bebernya.
Ucapan itu menampar langsung institusi pendidikan yang seharusnya melindungi Mahasiswa dari segala bentuk kekerasan.
Diamnya kampus dianggap sebagai bentuk pembiaran bahkan bisa dibaca sebagai keberpihakan pada pelaku.
Tidak hanya itu, Ia juga menilai aksi brutal yang di lakukan salah satu Kader PMII tersebut bukan hanya tindak kriminal biasa, melainkan serangan langsung terhadap marwah organisasi mahasiswa tertua di Indonesia (HMI).
“Bagi HMI, kasus ini bukan sekadar keributan mahasiswa, Tidak ada kata damai! Tangkap segera pelaku pengeroyokan,” Tegasnya.
Ozi juga mengingatkan bahwa darah mahasiswa tidak boleh tumpah di ruang yang seharusnya menjadi taman ilmu.
“Kampus bukan sarang premanisme. Kalau aparat lamban, kalau kampus terus membisu, sejarah akan mencatat, keduanya gagal menjaga martabat mahasiswa,” Tutupnya.
(*/Uus)