Catat Sejarah Baru, KOHATI HMI Tanjab Barat Sukses Gelar LKK Perdana

TributeNews86.com, Tanjab Barat — Menjelang enam dekade perjalanan Korps HMI-Wati (KOHATI), KOHATI HMI Cabang Tanjung Jabung Barat mencatat tonggak baru dalam sejarah perkaderan perempuan dengan menyelenggarakan Latihan Khusus Kohati (LKK) perdana.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 3–9 September 2026 di Hotel Arriyadh, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dan dilaksanakan bersamaan dengan Senior Course (SC) HMI Cabang Tanjung Jabung Barat.

LKK perdana ini menjadi langkah strategis KOHATI Cabang Tanjung Jabung Barat dalam meningkatkan kualitas kader perempuan melalui proses perkaderan yang berorientasi pada penguatan intelektual, kepemimpinan, keislaman, serta perspektif keperempuanan.

Kegiatan tersebut tidak hanya diposisikan sebagai agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan kader agar mampu membaca berbagai persoalan sosial, membangun gagasan, serta mengambil peran aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pelaksanaan LKK yang digelar beriringan dengan Senior Course juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem perkaderan HMI di Tanjung Jabung Barat. Momentum tersebut mempertemukan dua ruang kaderisasi dengan dukungan KOHATI, Badan Pengelola Latihan (BPL), kader, alumni, panitia, serta berbagai pihak yang turut berkontribusi terhadap kelancaran kegiatan.

Pelaksanaan LKK dan SC kali ini juga menjadi gambaran nyata kolaborasi kepemimpinan perempuan di tubuh HMI Cabang Tanjung Jabung Barat.

KOHATI HMI Cabang Tanjung Jabung Barat dipimpin Raudatul Jannah selaku Ketua Umum KOHATI, sementara Badan Pengelola Latihan (BPL) HMI Cabang Tanjung Jabung Barat dipimpin Mahdalena selaku Ketua Umum BPL.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan tidak sebatas persoalan representasi, tetapi dapat diwujudkan melalui kerja organisasi yang konkret, strategis, dan berorientasi pada keberlanjutan perkaderan.

Ketua Umum KOHATI HMI Cabang Tanjung Jabung Barat, Raudatul Jannah, mengatakan bahwa pelaksanaan LKK perdana merupakan bagian dari ikhtiar panjang untuk membangun fondasi kaderisasi perempuan di tingkat cabang.

“LKK perdana ini bukan tentang siapa yang pertama atau siapa yang paling hebat. Ini tentang keberanian memulai. Kami ingin KOHATI memiliki ruang kaderisasi yang mampu melahirkan perempuan yang kuat secara intelektual, kokoh secara spiritual, kritis terhadap realitas, dan berani mengambil peran di ruang publik. Semoga apa yang dimulai hari ini menjadi fondasi bagi perjalanan KOHATI Tanjung Jabung Barat ke depan,” ujar Raudatul Jannah.

Sementara itu, Ketua Umum BPL HMI Cabang Tanjung Jabung Barat, Mahdalena, menegaskan bahwa keberlanjutan perkaderan membutuhkan sinergi dari berbagai unsur organisasi.

“Perkaderan membutuhkan kerja bersama. LKK dan SC ini menunjukkan bahwa ketika KOHATI dan BPL membangun sinergi, perbedaan ruang kaderisasi justru dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan ekosistem perkaderan yang lebih baik. Kepemimpinan perempuan harus mampu dibuktikan melalui kerja, bukan hanya melalui narasi,” ungkap Mahdalena.

Momentum menuju 60 tahun KOHATI diharapkan tidak berhenti pada perayaan usia organisasi. LKK perdana ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi lahirnya kader HMI-Wati yang berintegritas, memiliki daya pikir kritis, berkapasitas dalam kepemimpinan, serta mampu menerjemahkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan ke dalam kerja-kerja nyata.

Enam dekade KOHATI merupakan perjalanan panjang yang diwarnai berbagai dinamika perjuangan dan perkaderan perempuan. Namun, sejarah organisasi akan memiliki makna ketika terus dilanjutkan melalui proses regenerasi, pembaruan gagasan, dan gerakan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dari Tanjung Jabung Barat, pelaksanaan LKK perdana tersebut menjadi pesan bahwa perempuan tidak hanya membutuhkan ruang untuk hadir, tetapi juga harus mampu mengambil ruang untuk memimpin dan menciptakan perubahan.

LKK perdana menjadi langkah awal. Ke depan, KOHATI HMI Cabang Tanjung Jabung Barat diharapkan mampu melahirkan lebih banyak kader perempuan yang memiliki kapasitas, integritas, keberanian, dan komitmen untuk mengambil peran strategis di tengah masyarakat.

60 Tahun KOHATI. Perjalanan panjang belum selesai. Dari Tanjung Jabung Barat, babak baru perkaderan perempuan mulai dituliskan.

(*/AL)

Pos terkait