TributeNews86.com, Kuala Betara – Masyarakat Desa Sungai Dungun, Kecamatan Kuala Betara, mulai menyuarakan keresahan terkait tidak berfungsinya sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di wilayah mereka. Hingga hari ini, layanan air bersih tersebut dilaporkan telah terhenti total selama 13 hari.
Keluhan ini mencuat setelah salah satu warga mengunggah kondisi tersebut di media sosial. Terhentinya pasokan air membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga yang bersifat vital.
”Hari ini tepat ke-13 hari air Pamsimas tidak mengalir, padahal air merupakan kebutuhan yang sangat vital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tulis salah satu warga dalam unggahannya.
Warga mengaku tidak tinggal diam. Upaya pelaporan telah dilakukan kepada pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Sungai Dungun untuk mencari solusi atau kejelasan terkait kerusakan teknis yang terjadi. Namun, hingga saat ini, masyarakat merasa belum mendapatkan respon positif maupun langkah konkret dari pihak terkait.
Mengingat air merupakan kebutuhan pokok, warga sangat berharap agar pihak pengelola maupun pemerintah desa segera mengambil tindakan perbaikan.
”Saya berharap agar Pamsimas segera diperbaiki, karena berkaitan dengan hajat orang banyak,” pungkasnya dalam unggahan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menanti kepastian kapan air akan kembali mengalir normal. Ketidakpastian ini dikhawatirkan akan semakin menyulitkan aktivitas ekonomi dan kebersihan warga jika dibiarkan berlarut-larut.
(Bangda)





