Masyarakat Geram!!! Pemadaman PLN Rayon Kuala Tungkal Berulang Kali

Tanjab Barat, TributeNews86 – Masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, sangat kesal dan geram terhadap PLN Rayon Kuala Tungkal yang telah mematikan lampu berkali-kali hingga banyak kerugian bagi masyarakat Tanjab Barat, baik dari kerusakan alat elektronik, kerugian pedangan kecil (penjual jus) yang kekurangan es batu, bahkan tidak mengalirnya air untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Syahril salah satu pedagang es boba di Kuala Tungkal mengaktakn, sejak satu minggu kondisi lampu PLN di Tanjung Jabung Barat sangat meresahkan, sering mati bahkan satu hari bisa mencapai dua sampai tiga kali mati yang berdampak pada usaha kecil anjlok turun pelanggan.

Bacaan Lainnya

“Kami sangat kesal, lagi buat minuman untuk pelanggan justru mati lampu mendadak, dan kami juga kesulitan mencari es batu di karenakan banyak yang tidak beku akibat tidak normalnya listrik seperti sekarang ini bahkan ada alat elektronik kami yang rusak seperti mesin press, blander”, kata Syahril salah satu pedagang minuman es boba di Kuala Tungkal saat di konfirmasi.

Terpantau juga di mediasosial Tanjung Jabung Barat keluhan masyarakat tidak mengalirnya air PAM akibat padamnya lampu.

“Lampu PLN mati, tidok tak nyenyak dan kami pun tidak bisa mandi akibat air PAM tidak mengalir”, Ujar salah satu Masyarakat Kuala Tungkal di akun media sosial.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Indragiri Hulu Kasmedi didampingi sejumlah wartawan media online merasa geram atas kerapnya lampu mati mendadak, karean tidak bisa mengirim berita ke redaksi. “Kami akan meminta keterangan lebih lanjut terkait seringnya mati lampu tersebut,” ujarnya.

Ketua PWI menyebutkan, pihaknya akan meminta pihak PLN menggelar konperensi Pers agar kondisi sebenarnya bisa disampaikan kepada publik.
Sementara pihak PLN Rayon Rengat terkait seringnya mati lampu belum bisa dikonfirmasi karena terlihat sangat sibuk dan bahkan saat ini ada pergantian manajer.

Salah satu PNS di Lingkungan Pemkab Inhu Hendri menyebutkan, pada Kamis (28/1) ada mencapai puluhan kali mati lampu hingga banyak kegiatan kantor terpaksa ditunda, namun yang lebih parah lagi karena mati lampu itu tanpa pemberitahuan dari pihak PLN.

“Genset dihidupkan berselang dua jam, ini dinlai sangat merugikan, petugas ginset harus selalu siaga ditempat,” ucapnya.
Menurutnya, jika alasan pihak PLN kekurangan daya , saat ini ada penambahan mesin baru di Inhu, bulan April 2016 diperkirakan PLTMG beroperasi untuk memenuhi kebutuhan itu yang seharusnya kondisi mati lampu sudah mulai diminimalisir.

(Uus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *